Peran APPSI Dalam Mengantisipasi Lonjakan Barang Pokok Ditengah Melemahnya Rupiah

peran-appsi-antisipasi-lonjakan-barang-pokok

peran-appsi-antisipasi-lonjakan-barang-pokok

Merespon depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap USD, dan  dampaknya terhadap lonjakan harga khususnya barang kebutuhan pokok, Jalan Media Communication (JMC) menyelenggarakan diskusi publik pada 19 Oktober 2018 di Cafe Kopi Politik, jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan.  Diskusi publik ini menghadirkan 3 pembicara yakni Tuti Prahastuti, Direktur Bahan Pokok dan Penting Kementerian Perdagangan, kemudian Rizal E Halim, Ketua Lembaga Litbang Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan perwakilan dari PD Pasar Jaya.

Rizal E Halim memandang tertekannya nilai tukar rupiah terhadap USD akan berimbas pada potensi melonjaknya sejumlah harga barang kebutuhan pokok di pasar tradisional. Pelemahan rupiah berdampak pada kenaikan harga pada barang-barang kebutuhan pokok yang bersumber dari barang impor seperti kedelai, buah-buahan impor, daging impor. Kedua, barang-barang kebutuhan pokok yang input produksinya bersumber dari impor seperti telur dan ayam, karena pakan ternak sebagian besar impor. Ketiga, tertekannya nilai tukar rupiah akan memicu kenaikan harga bahan bakar minyak yang kemudian berimbas pada biaya transportasi barang-barang kebutuhan pokok. Keempat, ketiga potensi ini akan semakin memperburuk situasi ditengah sistem dan rantai distribusi barang kebutuhan pokok yang masih terlalu panjang, tidak efisien, dan biaya logistik yang tinggi.  Tercatat biaya logistik untuk barang kebutuhan pokok bervariasi di sekitar 12-15% dari biaya produksi.

Untuk mengantisipasi lonjakan dan ketidakstabilan harga kebutuhan pokok, APPSI melalui sejumlah program yang telah diinisiasi sejak 2015 berusaha melakukan sejumlah kegiatan dalam rangka menyederhanakan rantai distribusi khususnya barang-barang kebutuhan pokok di pasar tradisional, mendorong mekanisme pasar yang efisien, dan mendorong iklim usaha di pasar tradisional menjadi lebih bergairah melalui pengelolaan keuangan pedagang dan lain sebagainya. Beberapa program yang sedang digiatkan APPSI untuk memastikan stabilitas pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok seperti;  bekerja sama dengan BULOG untuk pendistribusian barang kebutuhan pokok, mendorong pembentukan pusat distribusi wilayah, menginisiasi koalisi kemitraan melalui program “ Hak Makmur (Hak Makan Murah)”,  menginisiasi sentra pedagang sebagai pusat pembelian yang bisa dimanfaatkan pedagang pasar, mendorong pemanfaatan ecommerce yang juga bisa memediasi antara pedagang dan pembeli juga antara pedagang dan pemasok.

Tekait kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET), APPSI mengapresiasi kebijakan Pemerintah tersebut dengan catatan mekanisme pengawasan terhadap kebijakan tersebut perlu ditingkatkan mengingat walaupun telah ditetapkan HET, masih ada sejumlah penyimpangan yang terjadi di lapangan.

Tulisan Berdasarkan Laporan Asal :

Rizal E. Halim – Ketua Lembaga Litbang DPP APPSI

riza-e-halim

Berita terkait :

http://pedagangpasar.org/2017/06/penandatangan-nota-kesepahaman-mou-pendistribusian-bahan-pokok-antara-appsi-dan-bulog/

http://pedagangpasar.org/2016/12/appsi-bersama-bulog-turun-ke-pasar/

https://indonewsonline.com/business/appsi-dukung-pemerintah-lakukan-penyederhanaan-rantai-distibusi-barang/

http://mediaindonesia.com/read/detail/192074-appsi-dukung-pemerintah-sederhanakan-distribusi-barang

https://industri.kontan.co.id/news/appsi-berusaha-menyederhanakan-rantai-distribusi-pangan

https://economy.okezone.com/read/2018/10/20/320/1966579/rantai-distribusi-jadi-biang-kerok-mahalnya-harga-pangan