Fokus Group Discussion Pasar Aman dari Bahan Berbahaya

Fokus Group Discussion Pasar Aman dari Bahan Berbahaya

Fokus Group Discussion Pasar Aman dari Bahan Berbahaya

Pengendalian pengawasan bahan berbahaya dalam pangan dilakukan melalui pengawasan rutin terhadap sarana distribusi bahan berbahaya dan pelaku usaha pangan, sampling dan uji pangan, inisiasi pengawasan terpadu di pusat dan daerah serta pengawasan berbasis komunitas melalui Program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya.

Badan POM dalam hal ini Balai Besar POM di Yogyakarta telah melakukan intervensi  terhadap 8 pasar melalui Program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya, sejak tahun 2013 sampai sekarang. Hasil sampling dan pengujian petugas pasar, masih ditemukan pangan mengandung bahan berbahaya, sehingga diperlukan tindak lanjut untuk menurunkan prosentase peredaran bahan berbahaya dalam pangan.

Pada tanggal 25 September telah dilakukan Focus Group Discussion yang mengundang instansi terkait, untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya meminimalisir peredaran pangan mengandung bahan berbahaya.

Hasil FGD seperti terlampir, untuk dapat ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing instansi.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

 

REKOMENDASI

Focus Group Discussion Pasar Aman dari Bahan Berbahaya
Yogyakarta, 25 September 2018

 Diperlukan sinergisme program agar program pasar sehat dan pasar aman ataupun pasar SNI dapat berjalan beriringan.

  1. Penambahan tupoksi dari pengelola pasar dengan fasilitasi pelatihan dari Bahan POM sehingga mereka punya kemampuan untuk melakukan pengawasan dengan sampling, uji dan melakukan tindak lanjut.
  2. Mengaktifkan kembali petugas sanitarian di puskesmas untuk melakukan pengawasan di pasar di wilayah kerja masing-masing.
  3. Pemberian reward dalam bentuk stikerisasi kepada pedagang pasar yang produknya tidak mengandung bahan berbahaya.
  4. Pemberian punishment dalam bentuk stikerisasi kepada pedagang pasar yang produknya tidak memenuhi syarat, dengan mencantumkan pangan yang tidak memenuhi syarat.
  5. Perlu dibuat sistim atau SOP untuk barang masuk di pasar sehingga bisa diperiksa terlebih dahulu terkait penggunaan bahan berbahaya.
  6. Peningkatan pengawasan dengan menambah frekuensi dan melakukan tindakan yang lebih “represif” agar menimbulkan efek jera bagi pedagang.
  7. Pemberdayaan komunitas pasar dengan melibatkan pedagang pasar sebagai “nara sumber” bagi pedagang pasar yang lain.

 

Ditulis berdasarkan:

Surat Kepada Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia
(Nomor B-PH.02.105.1055.10.18.9675 tanggal 18 Oktober 2018)

Dari Plh Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta

Perihal : Rekomendasi Hasil FGD

 

Untuk artikel terbaru APPSI, bisa dilihat:
http://pedagangpasar.org/category/artikel/

Untuk berita mengenai APPSI, bisa dilihat:
http://pedagangpasar.org/category/berita-appsi/