APPSI Mendukung Pemerintah Dalam Penyusunan Standarisasi Pasar Aman Bencana

appsi-dukung-pemerintah-standarisasi-pasar-aman-bencana

appsi-dukung-pemerintah-standarisasi-pasar-aman-bencana

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI DKI Jakarta mewakili pedagang pasar hadir dan menjadi narasumber dalam pertemuan yang diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta pada Selasa, 18 September 2018 yang membahas kegiatan Penyusunan Standardisasi Pasar Aman Bencana di Provinsi DKI Jakarta.

Ketua DPW APPSI DKI Jakarta, H. Sesfentri menyampaikan bahwa berdasarkan pengalaman, bencana yang terjadi di pasar bukan hanya kebakaran saja melainkan juga gempa dan banjir terutama untuk pasar-pasar yang dekat daerah sungai yang alirannya tersumbat karena banyak kotoran yang tidak dibersihkan atau juga karena sungai meluap akibat banjir kiriman.

Selain menyusun standardisasi pasar aman bencana juga membahas pemberdayaan pedagang pasar rakyat dalam mewujudkan pasar aman bencana.  Kegiatan ini dihadiri pula oleh PD Pasar Jaya, Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) dan Yayasan Danamon Peduli.

Direktur Keuangan PD Pasar Jaya  dalam paparannya menyampaikan bahwa sebagai pengelola pasar, PD Pasar Jaya menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya dari saat pembangunan, pengelolaan dan perawatan pasar. Untuk menciptakan pasar aman dari berbagai aspek, diperlukan pasar ber SNI dimana didalamnya termasuk persyaratan-persyaratan diantaranya ruang dagang, zonasi untuk area parkir dan bongkar muat serta ukuran koridor antar los/kios/toko. Selain itu perlu tersedianya pos ukur ulang, sistem drainase yang baik, pengelolaan air limbah dan sampah serta fasilitas umum  yang baik dan bersih.

Direktur Eksekutif Asparindo menggambarkan pengalamannya melakukan studi banding ke mancanegara terutama di China dan berpendapat seharusnya pasar di Indonesia sudah mempunyai SNI. Asparindo juga mengemukakan bahwa bencana yang terbesar dan sering terjadi adalah kebakaran dan hal ini membuat para pedagang merasa rugi secara materi serta merasa tidak aman.

Sementara dari Yayasan Danamon Peduli turut mendukung adanya pasar tangguh bencana. Danamon Peduli secara khusus mengambil peran sebagai mitra pemerintah dalam revitalisasi pasar rakyat dan melengkapi program kerja pemerintah yang fokus pada pengembangan pasar. Selain perbaikan fisik, aspek promosi pasar rakyat menjadi sangat penting untuk mengimbangi persaingan dengan pasar modern.

Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta meminta pada jajarannya untuk mengambil sikap atas masukan dari berbagai narasumber diatas guna menciptakan dan menyusun standardisasi pasar aman bencana.

Kegiatan pertemuan akan dilanjutkan pada Jum`at, 21 September 2018 dengan review materi dan forum group discussion.

 

Tulisan Berdasarkan Laporan Asal :
Achmad Sugondo – Sekretaris APPSI DPW DKI Jakarta

2appsi_produktivitas_pangan

 

Berita terkait :

http://pedagangpasar.org/2018/01/penilaian-sni-sempurna-untuk-pasar-percontohan-appsi-di-imogiri-diy/

http://pedagangpasar.org/2018/07/appsi-melakukan-pendampingan-kepada-pedagang-korban-kebakaran-pasar-gede-bage-bandung/

http://pedagangpasar.org/2017/12/appsi-turut-dalam-penyusunan-standar-pelayanan-masyarakat-pada-pasar-rakyat-klhk/

http://www.beritasatu.com/megapolitan/342930-bpbd-dki-akan-rintis-rumah-sakit-dan-pasar-tradisional-aman-bencana.html

https://megapolitan.kompas.com/read/2017/01/23/18003921/sandiaga.berharap.pasar.senen.dibangun.aman.dari.bencana