APPSI Mendorong Terbentuknya Sistem Distribusi Bahan Pangan yang Berkeadilan

appsi-distribusi-bahan-pangan-berkeadilan
appsi-distribusi-bahan-pangan-berkeadilan

(Sumber Foto: Kompas.com)

Menindaklanjuti penandatanganan Nota Kesepahaman antara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)  dengan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dengan membentuk koalisi kemitraan yang bertajuk Hak Makan Murah (Hak Makmur) pada akhir bulan Mei lalu, pada hari Selasa, 14 Agustus 2018, CIPS beserta mitra kerjanya mengadakan pertemuan lanjutan dalam bentuk diskusi.

Harga pangan di Indonesia terbilang tinggi apabila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di Asia. Dewan Pimpinan Pusat APPSI yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal, M. Maulana, memandang tingginya harga bahan pokok disebabkan oleh beberapa faktor, seperti permasalahan on-farm dan off-farm, dan rumitnya rantai distribusi bahan pokok pangan serta banyak pemborosan atau ketidakefisienan dalam rantai distribusi tersebut sehingga menyebabkan margin di level antara produsen dan pedagang menjadi tinggi.

Pengaturan on-farm yang jauh dari optimal untuk mengurangi disperatif kualitas standar bahan pangan dan sulitnya prediksi kuantitas pada saat panen menyebabkan pengambilan hasil panen yang dijual oleh para petani ke level distributor sulit dicapai  secara skala ekonomi pasar.

Sedangkan untuk off-farm, masalah utama adalah minimnya cold storage dan tidak adanya gudang khusus di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia yang dapat memberikan ruang untuk ketahanan pangan. Diperlukan peningkatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur logistik agar dapat menekan biaya logistik dalam negeri.

Oleh sebab itu, APPSI meminta kepada Pemerintah untuk menjamin kepastian bahan pokok oangan dalam hal kualitas maupun jumlah, kepastian harga serta kepastian berusaha bagi pedagang pasar agar dapat mendorong terbentuknya sistem distribusi bahan pangan yang berkeadilan yang membawa kesejahteraan bagi pada petani dan pedagang pasar pada khususnya.

Melalui kemitraan Hak Makmur ini, semua pihak yang terlibat akan bekerjasama sesuai kapasitas dan keahlian di bidangnya masing-masing demi mendorong agar isu harga pangan tidak hanya dibicarakan di level institusi saja, namun juga kemudian menjadi isu yang terus dibicarakan di ruang-ruang publik dan juga ruang digital untuk dicarikan solusi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

BERITA TERKAIT:

https://www.cnbcindonesia.com/news/20180814145829-4-28512/ini-permintaan-pedagang-supaya-harga-pangan-bisa-murah

https://katadata.co.id/berita/2018/08/14/pedagang-minta-fasilitas-gudang-pendingin-di-pasar

http://pedagangpasar.org/2018/05/penandatanganan-nota-kesepahaman-mitra-koalisi-appsi-ylki-dan-cips/

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3618384/harga-komoditas-pangan-ri-jauh-lebih-mahal-ketimbang-negara-tetangga

https://www.gatra.com/rubrik/ekonomi/323706-Kebijakan-Impor-Gula-Tidak-Terbukti-Ampuh-Turunkan-Harga

http://industri.bisnis.com/read/20180524/12/799183/dua-masalah-ini-jadi-pemicu-mahalnya-harga-gula-konsumen

https://www.inews.id/finance/read/130829/asosiasi-pedagang-pasar-harga-bahan-pokok-selalu-naik-saat-puasa?sub_slug=keuangan