Penandatanganan Nota Kesepahaman Mitra Koalisi APPSI, YLKI dan CIPS

mou-mitra-koalisi-appsi-ylki-cips

mou-mitra-koalisi-appsi-ylki-cips

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) bersama dengan Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sepakat membentuk koalisi kemitraan yang bertajuk Hak Makan Murah (Hak Makmur) pada Rabu, 30 Mei 2018. Kesepakatan yang ditandai dengan adanya penandatanganan Nota Kesepahaman antara ketiga pihak bertujuan untuk  lebih meningkatkan kepedulian para pemangku kepentingan terkait mengenai harga pangan di Indonesia yang terbilang relatif tinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Harga pangan di Indonesia terbilang tinggi bila dibandingkan dengan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara dan sekitarnya. Hal ini salah satunya disebabkan belum optimalnya sistem rantai distribusi bahan pangan di Indonesia dan jumlah produksi pangan di dalam negeri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Ketua Penelitian CIPS, Hizkia Respatiadi menyampaikan diperlukannya kerjasama dari berbagai pihak untuk memunculkan kepedulian mengenai harga pangan yang terjangkau. Dengan semakin banyak mitra koalisi diharapkan Pemerintah dapat lebih memperhatikan dan mengevaluasi kebijakan bahan pangan yang berdampak pada tingginya harga pangan di Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APPSI, M Maulana mengatakan, sistem rantai distribusi bahan pangan yang diatur secara efektif dari hulu ke hilir akan bisa membuat harga pangan yang terjangkau di tingkat konsumen akhir. APPSI mendorong terbentuknya sebuah sistem distribusi bahan pangan yang berkeadilan, yang membawa kesejahteraan bagi petani dan pedagang pasar pada khususnya.

Melalui kemitraan Hak Makmur ini, semua pihak yang terlibat akan bekerjasama sesuai kapasitas dan keahlian di bidangnya masing-masing demi mendorong agar isu harga pangan tidak hanya dibicarakan di level institusi saja, namun juga kemudian menjadi isu yang hangat dibicarakan di ruang-ruang publik dan juga ruang digital.

Penandatanganan Nota Kesepahaman sekaligus juga merupakan acara peluncuran resmi dari kampanye Hak Makmur.

BERITA TERKAIT:

http://hakmakmur.org/story/64-posisi-bulog-sebagai-importir-beras-tunggal-rawan-disalahgunakan-dan-tidak-efektif

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/12/26/123000626/catatan-2017-persoalan-gejolak-harga-pangan-yang-belum-tuntas

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20171229134718-92-265479/harga-pangan-terpantau-naik-di-penghujung-tahun

https://industri.kontan.co.id/news/harga-bahan-pangan-masih-sulit-turun