Pelaku UKM-Mikro dalam Era Globalisasi, Penawaran Pelatihan Akuntansi Untuk Pedagang Pasar

1pelatihan-akuntansi

tbrightsPencatatan transaksi keuangan  tentunya amat diperlukan untuk pelaku UKM-Mikro khususnya dalam hal ini pedagang pasar. Dengan melakukan pencatatan transaksi keuangan yang baik dan benar maka pedagang pasar dapat melakukan analisa keuangan

Pedagang pasar didorong agar mampu membuat pencatatan/pembukuan usaha yang digelutinya dengan baik dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Dengan menggunakan aplikasi, pencatatan transaksi usaha dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

TBrights berinisiasi bersama APPSI untuk mengadakan pelatihan administasi pembukuan untuk pedagang pasar dengan biaya yang sangat terjangkau agar dapat mengembangkan usahanya menjadi lebih besar dan dengan memiliki laporan keuangan akan mempermudah pedagang pasar sewaktu mengajukan pinjaman kepada pihak perbankan.

Pelatihan dibuka awal Februari 2018 dan dilaksanakan 2 sesi setiap harinya yaitu pukul 9.00 – 11.00 atau 14.00 -16.00. Lokasi pelatihan di kantor TBrights di Jakarta, dan karena keterbatasan tempat, hanya 10 peserta disetiap sesinya.

Untuk informasi rinci dapat menghubungi Yosi melalui telp/WA 0812 8609 0806.

 

Berikut sekilas tambahan informasi yang diberikan oleh TBrights :

Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Mikro merupakan pelaku usaha terbesar di Indonesia, dimana sesuai data Kementerian Koperasi dan UKM tercatat sebanyak 59.267.759 unit usaha mikro atau sekitar 99 persen, usaha kecil ada sebanyak 681.522 unit atau 1,15 persen; usaha menengah ada sebanyak 59.263 unit atau 0,10 persen; dan usaha besar ada sebanyak 4.987 unit atau 0,1 persen (https://www.wartaekonomi.co.id/read152168/jumlah-pelaku-umkm-tidak-seimbang.html).

Era globalisasi saat ini membutuhkan seluruh pelaku usaha memiliki kemampuan lebih agar dapat bersaing, baik dengan pelaku usaha dalam negeri maupun luar negeri. Masalah dalam kegiatan usaha pelaku UKM-Mikro bukan hanya pada bagaimana mereka dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya, tetapi juga dalam pencatatan administrasi atas kegiatan usaha yang dilakukan. Banyak pelaku UKM-Mikro terkendala dalam mendapatkan modal dari bank maupun Lembaga keuangan lainnya karena tidak dapat menyediakan pencatatan atau pembukuan yang sesuai dengan keadaan sebenarnya, karena tidak memiliki kemampuan. Belum lagi masalah pajak yang akan menjadi kendala bagi pelaku UKM-Mikro karena keterbatasan pengetahuan.

Pengetahuan dasar mengenai pencatatan akuntansi menjadi penting bagi pelaku UKM-Mikro agar dapat berkembang dan bersaing dengan pelaku usaha lainnya, baik agar seluruh kegiatan usaha yang dilakukan dapat tercatata dengan baik maupun dalam mendapatkan modal.

Aplikasi Akuntasi UKM-Mikro ini dapat membantu pelaku UKM-Mikro dalam membuat pencatatan kegiatan usahanya dan outputnya adalah Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi maupun Buku Besar dan juga Rekonsiliasi Pajak, sehingga pada akhirnya, pelaku UKM-Mikro dapat memiliki Laporan Keuangan yang dapat digunakan untuk melakukan pengawasan maupun kontrol atas kegiatan usahanya dan juga dapat digunakan sebagai bahan dalam pengajuan modal ke Bank maupun Lembaga keuangan lainnya, serta memiliki data Rekonsiliasi Pajak yang dapat digunakan untuk pengawasan terkait masalah perpajakan serta dalam rangka ikut serta membangun negara Indonesia sebagai Wajib Pajak.

Dalam pelaksanaan Aplikasi ini, pelaku usaha akan diberikan pelatihan selama 2 jam untuk input pencatatan melalui Jurnal di aplikasi dengan biaya mikro sebesar Rp. 150.000, dan untuk anggota APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar seluruh Indonesia) sebesar Rp. 100.000.

Semoga aplikasi ini dapat membantu pelaku UKM-Mikro agar lebih berkembang dan dapat lebih bersaing di Era Globalisasi ini.

1pelatihan-akuntansi 2pelatihan-akuntansi 3pelatihan-akuntansi

Untuk artikel terbaru APPSI, bisa dilihat:

http://pedagangpasar.org/category/artikel/

 

Untuk berita mengenai APPSI, bisa dilihat:

http://pedagangpasar.org/category/berita-appsi-daerah/