APPSI Mendukung Program Pemerintah Dorong Konsolidasi Lahan untuk Meningkatkan Produktivitas Pangan

1appsi_produktivitas_pangan

1appsi_produktivitas_pangan

Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Sekuruh Indonesia (DPWAPPSI) DKI mewakili pedagang pasar hadir dalam Seminar Nasional  “Menuju Agribisnis Padi Berbasis Konsolidasi Lahan” yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, pada Kamis, 7 Desember 2017.

Seminar diadakan dalam rangka pengembangan korporasi petani padi dengan pendekatan konsolidasi lahan (klaster) untuk peningkatan produktivitas, skala ekonomi dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Seminar dibuka oleh Deputi Koordinator Pangan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh stakeholder bidang perberasan, mulai dari perwakilan dari Kementerian Pertanian, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta organisasi profesi maupun usaha perberasan.

Kepemilikan lahan oleh petani dalam negeri terhitung masih kecil dan kurang produktif. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2013, dari total 26,14 juta rumah tangga usaha pertanian di Indonesia, 55,55% diantaranya atau 14,3 juta rumah tangga usaha pertanian memiliki lahan kurang dari 0,5 hektar.

Deputi Koordinator Pangan Pertanian menyatakan perlu ada kiat khusus guna meningkatkan kesejahteraan petani dengan lahan terbatas karena kepemilikan lahan yang kecil tidak akan produktif apabila digunakan untuk pengusahaan pertanian atau perkebunan. Oleh karenanya untuk melaksanakan konfigurasi kebijakan ekonomi berkeadilan, Pemerintah telah meluncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE).

Salah satu pilar utama dari KPE adalah lahan, diantaranya meliputi Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial dimana berkaitan dengan pembagian akses lahan yang adil bagi seluruh masyarakat, penetapan prioritas penerima Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan pengembangan usaha pertanian dengan metode aglomerasi atau klaster.

Lebih lanjut, Deputi Koordinator Pangan Pertanian menjelaskan dalam penciptaan lahan konsolidasi pertanian rakyat, ada tiga kunci utama dari skema ini. Pertama, pemberian sertifikat strata title versi pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap komoditas pertanian. Kedua, pengorganisasian petani dengan dukungan pemerintah, BUMN dan swasta dalam kegiatan input produksi, budidaya pengolahan, pemasaran dan technical assistant. Ketiga, pengelolaan dilakukan secara corporate farming dan pola pertanian diarahkan kepada mix farming.

APSSI mendukung program pemerintah tersebut. Pengelolaan secara klaster diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi produsen, pedangang dan konsumen. Dari sisi produsen, skema ini dapat meningkatkan produktivitas, peningkatan skala ekonomi, kestabilan harga dan memberikan peningkatan keuntungan bagi pelaku usaha padi. Sedangkan bagi pedagang dan konsumen dengan adanya skema klaster ini akan bisa memberikan jaminan kontinuitas produksi padi dan memberikan kestabilan harga serta mutu secara berkelanjutan.

Tulisan Berdasarkan Laporan Asal:
H. Achmad Sugondo SE – Sekretaris DPW APPSI DKI

2appsi_produktivitas_pangan

Berita terkait :

http://industri.bisnis.com/read/20170830/99/685640/swasembada-pangan-masih-dibayangi-alih-fungsi-lahan

http://www.bi.go.id/id/umkm/klaster/pengembangan/Contents/Default.aspx

http://industri.bisnis.com/read/20161022/99/594851/dorong-kesejahteraan-petani-naik-bi-kembangkan-klaster-padi-di-bali