APPSI Berharap Bank Indonesia Bisa Lebih Memperhatikan Pembiayaan UMKM Khususnya Pedagang Pasar dan Struktur Biaya Komoditas Beras dalam Pengendalian Inflasi

APPSI berharap BI perhatikan UMKM

APPSI berharap BI perhatikan UMKM

Dewan Pimpinan Pusat APPSI diwakili oleh Sekretaris Jenderal, M Maulana, didampingi oleh pengurus APPSI DKI Haji Akhnen yang juga pelaku perdagangan beras di Pasar Induk Cipinang, menjadi narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) membahas struktur biaya serta dampak HET beras pada pasokan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia pada Selasa, 3 Oktober 2017. Turut hadir bersama APPSI dalam pembahasan ini yaitu Ketua Umum APRINDO dan perwakilan dari PERUM BULOG.

2APPSI berharap BI perhatikan UMKM

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras di tingkat konsumen yang tertuang melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47/M-DAG/PER/7/2017. Didalam implementasinya, di pasar tradisional sangat banyak variasi beras yang tidak mungkin disamaratakan dalam satu kebijakan HET. M. Maulana beranggapan, berbeda dengan temuan di lapangan yang dialami oleh ritel modern yang disampaikan oleh Ketua Umum Aprindo Roy Mandey, APPSI berpendapat ada dua topik yang perlu didiskusikan secara lebih detil. Pertama, bila pemerintah ingin menerapkan HET untuk komoditas beras, perlu adanya standar mutu beras dengan HET yang bisa diimplementasikan secara mudah oleh pedagang pasar. Kedua, pedagang akhir di pasar tradisional yang menjual komoditas beras ber-HET, harus bisa mengakses beras ber-HET dengan harga beli dan margin yang mencukupi. Pada intinya, tata niaga barang pangan pokok seperti beras harus dibenahi dengan keterlibatan berbagai pihak.

APPSI berharap hasil FGD ini dapat lebih memberikan gambaran secara jelas segala macam masalah perberasan nasional terkait dengan regulasi, peta industri beras, jalur distribusi dan penentuan harga acuan untuk stabilasasi harga pada umumnya dan pengendalian inflasi pada khususnya, yang sudah menjadi tugas Bank Indonesia.

Dalam kesempatan lainnya, selain menjadi narasumber dalam FGD pembahasan HET untuk beras, APPSI juga diminta masukannya dalam acara FGD perihal dunia usaha dan pembiayaan UMKM di sektor Perdagangan yang diselenggarakan oleh Divisi Asesmen Program dan Kredit UMKM Bank Indonesia pada Kamis, 5 Oktober 2017.

3APPSI berharap BI perhatikan UMKM

APPSI, dalam survey internal yang pernah dilakukan oleh LITBANG DPP APPSI, mengungkapkan bahwa lebih dari 62% pedagang pasar melakukan pembiayaan dengan modal sendiri, sedangkan permodalan melalui sistem perbankan hanya dibawah 14%.

Dalam diskusi ini dibahas antara lain faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi usaha, sumber pembiayaan usaha dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, prospek kondisi usaha kedepan serta rencana pengajuan pembiayaan.

Wakil Direktur Divisi Asesmen Program dan Kredit UMKM Bank Indonesia menyampaikan bahwa UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia, dimana unit usaha UMKM mencapai lebih dari 99.9% dari total pelaku usaha di Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja serta memiliki kontribusi dalam pembentukan PDB sebesar 57,6%. Namun permasalahan pada UMKM masih mendasar seperti rendahnya kualitas dan produktifitas sumber daya manusia, juga rendahnya kualitas hasil produksi, kurangnya inovasi dan teknologi serta lemahnya struktur permodalan dan akses pemasaran.

4APPSI berharap BI perhatikan UMKM

M. Maulana berpendapat bahwa faktor yang mempengaruhi kondisi usaha, khususnya pedagang pasar adalah kesemrawutan pengelolaan tata niaga, seperti ekspansi ritel modern yang menurunkan kinerja pemasok kecil dalam negeri serta ketidakberdayaan pedagang pasar pada akses komoditas yang akan diperdagangkan .

Sedangkan masukan untuk rencana pengajuan pembiayaan kedepan yang utama, M Maulana menyampaikan adalah peningkatan akses UMKM kepada Bank dengan memberikan proses pembiayaan yang mudah dan mendorong bank dalam membiayai pedagang pasar dengan tenor harian/mingguan kepada pedagang kecil dengan asset dibawah Rp. 5 juta agar tujuan BI untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai tukar rupiah melalui peningkatan kapasitas ekonomi dapat tercapai.

Berita Terkait:

APPSI Kolaborasi dengan BI Gelar Pelatihan Pedagang Pasar
http://www.viva.co.id/berita/bisnis/774618-appsi-kolaborasi-dengan-bi-gelar-pelatihan-pedagang-pasar

Direktur Bank Indonesia Berkunjung ke DPP APPSI
http://pedagangpasar.org/2017/07/direktur-bank-indonesia-berkunjung-ke-dpp-appsi/