APPSI Meminta KEIN Mendorong Skema Implementasi Tata Niaga Komoditas Bahan Pokok Makanan

Appsi Meminta KEIN

Appsi Meminta KEIN

Sekretaris Jenderal APPSI, Muhammad Maulana dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) dengan topik bahasan mengenai  “Mendorong Efisiensi Tata Niaga Beras untuk Menciptakan Kesejahteraan yang Optimal dan Berkeadilan “ pada hari Rabu, 2 Agustus 2017, APPSI meminta pemerintah melalui KEIN untuk lebih bisa mendorong skema detail and implementif terbaik, khususnya untuk pedagang pasar dalam tata niaga seluruh komoditas bahan pokok makanan, termasuk beras.

Pedagang pasar melalui APPSI berpendapat bahwa beras merupakan komoditas bahan pokok pangan strategis yang produksi dan distribusinya harus secara optimal diatur oleh pemerintah. Sebagai bahan pokok pangan utama sebagian besar rakyat Indonesia, beras memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

Hingga saat ini, melalui Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Perum Bulog, Pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan untuk menjamin ketahanan pangan, termasuk perberasan, dari mulai on-farm sampai  pedagang pasar. APPSI berpendapat, rumusan kebijakan yang sudah ada, masih belum optimal dan detil dalam implementasinya di lapangan, khususnya kepada pedagang pasar. APPSI juga memantau perkembangan harga beras di tingkat pedagang pasar mengalami perubahan yang signifikan sejak berubahnya peran Bulog dalam sistem pendistribusian komoditas bahan pokok makanan di Indonesia. Hal serupa juga disampaikan oleh KEIN yang mencatat bahwa kenaikan harga beras eceran di tingkat konsumen lebih tinggi dibandingkan laju kenaikan harga gabah di tingkat petani.

Berdasarkan kajian dan pantuan Bidang Penelitian dan Pengembangan (LitBang) DPP APPSI, ditemukan bahwa komoditas beras per Juni 2017, masih berada diatas harga acuan sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 63/2016. Selain program-program yang sudah dilaksanakan oleh DPP APPSI dengan Perum Bulog, Sekretaris Jenderal DPP APPSI menyampaikan gambaran, kendala-kendala di lapangan, khususnya pada pendistribusian bahan pokok seperti beras gula dan daging. Diperlukan perlakuan dan perhatian khusus dari pemerintah kepada  pegadang pasar dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pengendalian harga bahan pokok komoditas pangan dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang sejalan dengan daya beli konsumen.

APPSI mendukung pandangan KEIN bahwa perlu adanya kajian lebih lanjut dengan mengumpulkan informasi terkait implementasi penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen agar kebijakan yang dikeluarkan pemerintah benar-benar terealisasi sehingga dapat  menjaga daya beli masyarakat.

Hasil dari FGD akan menjadi rekomendasi KEIN kepada Bapak Presiden Republik Indonesia,  terkait strategi yang efisien dan efektif dalam upaya mendorong efisiensi tata niaga beras untuk menciptakan kesejahteraan yang optimal dan berkeadilan.

 

BERITA TERKAIT:

http://news.lewatmana.com/kein-temukan-harga-beras-gula-pasir-dan-daging-mahal-di-pasar/

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3525272/kein-temukan-harga-beras-gula-pasir-dan-daging-mahal-di-pasar

http://radarbisnis.co.id/mobile/detailberita/1431/harga-acuan-7-bahan-pangan-belum-dipakai-pedagang-pasar

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*