APPSI Jabar Apresiasi Langkah Kemendag Terkait Diterapkannya HET Minyak , Daging dan Gula Pasir

Nandang
Nandang

Foto : Nandang Sudrajat, ST Wasekjen DPW APPSI Jabar

Koran86.com – Menjelang sebulan  ramadhan kedepan Kementrian Dalam Negeri melalui dirjen perdagangan dalam negeri mengeluarkan surat edaran terkait penetapan  Harga Eceran Tertingi beberapa komoditi sembako salah satunya adalah Minyak goreng, Gula Pasir dan Daging Segar.

Dirjen Kemendag  dalam Negeri  Tjahaya Widayanti dalam suratnya mewakili pemerintah menetapkan harga Minyak Goreng dalam kemasan Harga Eceran Tertinginya adalah Rp. 11.000/kg dan harga Daging segar beku adalah sebesar Rp 80.000/kg serta dan harga Gula pasir adalah Rp.12500/Kg. Surat yang keluarkan oleh Dirjen Kementerian perdagang dalam negeri tertanggal 4 April 2017 tersebut mendapatkan tanggapan beragam dari publik dan pelaku usaha.

Surat_HET

Foto : Surat HET Dirjen Kemendag

Dewan Pimpinan Wilayah  Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh  Indonesia (APPSI)  Jawa Barat  melalui Wakil Sekretaris  Nandang Sudrajat, ST mengatakan bahwa Surat Edaran Kementerian Perdagangan tersebut maksudnya cukup baik dalam mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan Pokok menjelang Ramadhan dan  Hari Raya Idul Fitri, namun APPSI menilai surat edaran tersebut hanya merupakan Teks book yang menjadi panduan tanpa aplikasi dan sanksi hukum ” Saya menilai Edaran Kementerian Perdagangan Tentang HET tiga Produk itu maksudnya bagus, namun fakta dilapangan merupakan realisasi pasar yang memang sulit di aplikasikan, Apalagi saya menilai tanpa sanksi hukum yang jelas, disana menunjukan bahwa kurangnya keseriusan Pemerintah dalam menangani atau mengendalikan Harga Pasar Menjelang Bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri” Ungkap Nandang.

APPSI Jawa Barat juga menilai Surat Edaran Kementerian Perdagangan terkait  HET tersebut belum bisa memberantas para kartel ekonomi salah satunya adalah permasalahan terkait Harga Daging Beku yang setiap tahun menjadi Polemik tersendiri ,Dengan ditetapkannya harga daging beku senilai Rp. 80.000/kg dinilai menjadi Kontra Produktif dengan kondisi Harga Daging lokal yang masih diatas rata rata bahkan cenderung lebih Mahal ” Apa benar dengan diImpornya daging dari luar bisa menekan harga daging dipasaran  , selama harga daging lokal harganya masih cukup tinggi ” Ujar Nandang (Sony Sumarsono/86.com)

Sumber : http://www.koran86.com/2017/05/appsi-jabar-apresiasi-langkah-kemendag.html

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*