Harga Bawang Merah Diperkirakan Turun

harga bawang merah diperkirakan turun
harga bawang merah diperkirakan turun
JAKARTA (HarNas) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) M Maulana mengatakan, tambahan pasokan bawang merah dari Nganjuk, Jawa Timur belum menurunkan harga di pasar. Hal ini disebabkan lonjakan permintaan menjelang puasa.
Mengacu tahun sebelumnya, permintaan bawang merah dua pekan sebelum Ramadhan naik 10-15 persen. Badan Penelitian dan Pengambangan (Balitbang) APPSI menyebut, dampak El Nino akan menyebabkan panen raya besar mundur Juli-September 2016.

Hal itu juga terjadi di Jawa Timur yang mundur dua bulan. Pengepul di Nganjuk memasukkan bawang merah dari indonesia Timur seperti Sulawesi dan NTT. “Saya kira usaha mengirimkan bawang dari Nganjuk, kalau pasokan bisa konstan dan sebanding dengan permintaan, ya akan mendorong harga stabil. Tapi kalau untuk menurunkan harga, sepertinya tidak,” ujar Maulana kepada HARIAN NASIONAL di Jakarta, Minggu (15/5).

Ia menyebut, bawang merah NTT memiliki harga mahal karena penambahan biaya logistik. Bahkan pedagang hanya mengambil untung Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram. Harga mahal sudah ada sejak pengepul di NTT sekitar Rp 30 ribu per kilogram.

Menurut Maulana, pemerintah perlu menstabilkan harga bawang merah, khususnya penanaman sesuai masa kebutuhan. Catatan APPSI, bawang merah surplus produksi tiap tahun. Tapi kalau tidak sesuai kebutuhan akan kurang optimal. “Pemerintah harus menyediakan penyimpanan seperti gudang untuk menjaga pasokan,” katanya.

Dari Nganjuk, Menteri Pertanian Amran Sulaiman merasa yakin dapat menurunkan harga bawang merah. Harga yang melambung hingga Rp 45 ribu per kilogram dipastikan turun dalam dua pekan.
“Yakin bisa diturunkan. Mulai besok kita akan intervensi (harga bawang merah) di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur,” kata Amran.

Satu minggu ini Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) berusaha menstabilkan harga bawang merah, khususnya di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya jelang puasa.
“Salah satunya pelepasan bawang merah sebanyak 300 ton asal Nganjuk, Jawa Timur ke Jakarta,” katanya.

Reportase : Elvi Robiatul Adawiyah
Editor : Admin
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*