2.000 Pasar Tradisional Lenyap dari Peredaran

382998_06410918112014_Pedagang_Pasar_Tradisional_Sesalkan_Kenaikan_BBM

7 Suasana keramaian pasar pecinan makassar, menjelang perayaan imlek 2563, minggu, 22 januari 2012.Liputan6.com, Jakarta – ‎Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mencatat tercapat 2 ribu pasar tradisional tergerus keberadaanya karena hadirnya pasar modern. Oleh karena itu, perlu upaya-upaya khusus untuk mencegah sebakin terpinggirkannya pasar tradisional.

Sekretaris Jenderal APPSI, Muhammad Maulana mengatakan, APPSI sudah melakukan penyisiran ke pasar tradisional pada sejumlah daerah dan ditemukan berbagai masalah yang menggelayuti pasar tradisional. Salah satu masalah yang cukup rawan dan perlu diatasi secara secara cepat adalah berkurangnya jumlah pasar tradisional hingga mencapai 2 ribu pasar karena tergerus oleh keberadaan pasar modern.

“APSI sebenarnya sudah ada di pasar Indonesia. Saya minggu lalu menyapa APPSI di sejumlah daerah. Ada berbagai macam isu masalah. Tapi yang paling berat adalah terdapat 2.000 pasar yang sudah tergerus,” kata Maulana, dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Maulana mengungkapkan, untuk meredam semakin berkurangnya pasar tradisional APPSI telah merancang berbagai upaya, dengan menggandeng pemangku kepentingan untuk melakukan penataan perdagangan.

“Kami road show, dengan stakeholder, sistem penataan perdagangan tersebut, kami tidak anti pasar modern namun kami ingin bagaimana pasar modern bisa melengkapi pasar trdisional yang ada di seluruh Indonesia,”‎ paparnya.

Ia menambahkan, APPSI juga akan memperbaiki jalur distribusi untuk menjaga kestabilan pasokan, dengan begitu tidak ada kelangkaan barang dipasar tradisional dan dapat menjaga harga tetap stabil.

“Yang terpenting jalur distribusi kesetabilan pasokan penting itu fokus kita supaya sistem distribusi lancar harga stabil,” tuturnya.

Selain itu, APPSI juga akan mendidik pedagang pasar tradisional untuk meningkatkan keterampilannya dalam menggunakan teknologi informasi, sehinga pedagang pasar tradisional dapat memperoleh informasi harga terkini.

‎”Akses online itu penting, bisa akses penjualan. Kita perlu tingkatkan kapasitas building, tidak hanya revitalisasi pasar. Kami kawal dan bantu revitalisasi soft infrastrukturnya, jadi sumber daya manusia kami kawal. Dengan cara tersebut pasar tradisional yang tergerus bisa kita minimalisasikan,” pungkasnya. (Pew/Gdn)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*